Anakku..

my-baby-angelMalam ini.. entah kenapa jiwa ini merasa tak tenang..

ada yang menganggu.. aku selalu kepikiran tentang masa lalu ku..masa lalu ku ketika di Jayapura.. aku tak sengaja menumpahkan air panas ke muka adik tiriku.. muka nya melepuh..ia hanya bisa menangis.. dan menahan rasa sakit itu.. sedih.. lalu ia dibawa kerumah sakit.. bapaknya (bapak tiriku) datang dan segera memberikan pertolongan pertama..memberikan odol agar muka nya dingin..adik ku itu hanya bisa menutup mata nya.. aku khawatir..se khawatir-khawatirnya.. aku tak tahan dengan penderitaan yang ia alami.. andai aku bisa mengambil penderitaan itu.. tapi itu 18 tahun yang lalu.. tapi entah kenapa itu selalu menganggu pikiranku.. kalau aku terbayang kejadian itu membuatku sedih.. aku kepikiran dengan dia.. bagaimana nasibnya sekarang.. aku harap dia bahagia.. walau sepintas berita yang kudengar, ia sudah jalan-jalan ke singapura.. alhamdulilah.. setidaknya ia bahagia dengan ibu dan keluarga bahagianya sekarang..

kalau boleh aku menjelaskan.. kejadian saat itu yang terjadi adalah.. ada alat pemanas air atau mie atau kopi.. namun bertenaga listrik.. kompor listrik..aku tak ingat air panas itu untuk apa.. yang aku ingat air itu sedang mendidih..lalu aku memegang gagangnya yang terbuat dari besi.. maka tak pelak, aku kesetrum..dan adik ku itu entah kenapa sedang disampingku… tak pelak.. secara reflek gagang itu tergeser ke sampingku dan menumpah kan ke muka adikku.. aku langsung berteriak minta tolong.. dan bapakku datang.. aku tak sengaja adikku.. aku tak sengaja.. listrik yang menyetrum tanganku lah yang menumpahkan air itu ke mukamu.. tapi sekarang sudah tidak apa-apa dan sembuh total.. aku mengucapkan alhamdulilah.. walaupun kejadian ini sudah hampir 18 tahun yang lalu.. namun aku tak sempat mengucapkan maaf kepada dia setelah ia besar dan sudah menempuh kuliah..

aku juga dulu bersifat kasar kepada adikku.. tetapi yang sebenarnya adalah.. (ibunya, ibuku) juga sedang ada keperluan dan harus pergi berdua dengan bapak tiriku..mungkin harus menemui atasannya..lalu adikku meminta ikut, tetapi ibuku melarangnya..dan tolong aku menjaga ia, tetapi adikku tetap memaksa ingin ikut, mungkin ia takut kepadaku.. dan akupun bersifat kasar kepadanya..hush.. kataku.. hush.. jangan nangis.. sssttt!! kataku.. sudah.. nanti mama pulang sama papa, engga apa-apa..ia tetap menangis pilu.. wajah anak kecil tak berdosa itu menginggap pikiranku hingga kini.. aku tak tega.. aku memang pernah bersifat kasar kepadanya waktu kecil, dan ia menganggapku sebagai monster, dan ia ketakutan..mungkin aku menetapkan diriku sebagai orang yang ditakuti.. tetapi ia tidak takut, dan ia ingin menangis.. anak laki-laki kecil yang sedang tumbuh ditakut-takuti.. itulah yang membuatku sedih.. tapi kini ia sudah tumbuh menjadi remaja dewasa dan sekarang sudah 21 tahun..aku berhutang maaf kepadanya.. aku ingin meminta maaf kepadanya..aku tak ingin menyakitimu adikku..aku tumbuh dan dididik dengan kekerasan..karena itu juga lah aku tak ingin menyakiti orang lain..apalagi seorang anak kecil..

aku ingat beberapa bulan yang lalu aku sempat memberikan ia uang, karena ia memosting status tentang tak punya uang.. aku beri ia Rp.500.000 karena aku sedang punya uang..

kembali kepada diriku sendiri sekarang.. aku seperti berhutang maaf yang besar sekali kepada sesuatu yang aku entah tak tau dimana,,

aku pernah membunuh darah dagingku sendiri..

inilah dosa besar yang menghantui ku hingga kini, yang membuatku tak bersemangat, aku seperti monster..semua akibat ajaran dari bapakku yang juga seorang monster tak kenal perasaan dan tak ber-prikemanusiaan..yang akhirnya cerai dengan ibuku..

aku dan pacarku dulu pernah aborsi ketika kami masih sama-sama kuliah.. jabang bayi itu telah membentuk manusia.. yang kami sama-sama tak tau ketika itu..kami ke dukun..ke dokter dan kemana-mana sampai-sampai aku menjual komputer ku untuk biaya aborsi itu., yang pada akhirnya di suatu rumah..jabang bayi itu kami pikir belum membentuk sebuah manusia, ternyata sudah membentuk manusia yang berumur di perut kandungan ibu nya 6 bulan..memasuki 7, entahlah kami tak tau.. yang aku ingat..saat itu, pacarku sedang di sebuah kamar lalu, dan aku ada di belakangnya..lalu akhirnya jabang bayi itu keluar,, dan bergerak.. aku merasakan reflek tubuhnya bergerak ketika aku menyentuh dan memegangnya..lalu aku tutup ia dengan bantal..aku telah membunuhnya.. aku berusaha menghabisi nyawanya..nyawa anakku sendiri..nyawa darah dagingku sendiri..

aku sudah menduga hal itu akan terjadi, ketika pacarku meminta aku untuk pindah kos ke tempat yang lebih bebas, karena kami sedang kasmaran dan jatuh cinta satu sama lain, aku pernah berusaha mengenalkan ia ke keluarga ayahku dan ibu tiriku.. tetapi kami tidak mendapatkan respon yang baik, ibu tiriku tak keluar dari kamarnya..

inilah yang menghantuiku sampai kini, kejadian itu sudah hampir 16 tahun..

dan kini aku tak menikah-menikah sampai sekarang..mei nanti 34 tahun..

pacarku sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak, tetapi akhirnya bercerai dengan suaminya..dan sudah hidup sejahtera dan berkecukupan karena pekerjaannya kini..

aku takut mengakuinya saat itu, bertahun-tahun, hingga kini, namun aku berpikir sampai kapan.. dan aku tak kuat terus dihantui perasaan bersalah..dan tak ada yang tau kejadian itu hanya aku, pacarku, wanita yang mengaborsi, serta orang tua angkat kami saat itu yang kami ceritakan permasalahan kami..karena aku terlalu takut untuk bertanggung jawab menceritakan hal itu kepada orang tua ku, yang aku pikirkan saat itu, aku masih kuliah..masih dibiayai, lalu aku buat masalah, aku pasti dibunuh.. ayahku sangat kejam..bahkan kasar dan tak berperasaan terhadap anak kecil,.karena aku sering dimarahi dan dibentak, dan dikasari sewaktu kecil.. sering.. sering.. dan bahkan sampai pernah di usir dari rumah..sewaktu aku kelas 3 SD..sejak kejadian dulu, entah kenapa aku seperti merasa mendapat pertanda..mimpi, mimpi yang sangat buruk sekali..seperti kehancuran hidup manusia..mimpi yang sangat seram..yang aku bahkan sampai saat ini tak bisa lupa akan mimpi itu..mimpi itu pertanda..aku akan hidup susah dan sengsara bertahun-tahun..aku akan mengalami penderitaan yang cukup sangat panjang..sebagai balasan apa yang telah kuperbuat..dan aku menjalaninya hingga kini..

aku merasa..penderitaanku harus selesai

harus sampai pada suatu titik dimana semua akan memaafkanku..aku butuh dimaafkan..oleh semuanya..

aku selalu menunggu pertanda itu..tetapi tak selalu dapat..

aku merasa aku harus menceritakan kepada dunia apa yang telah kuperbuat lalu meminta maaf dan aku ingin bahagia.. aku harus bahagia..karena aku merasa sudah tak kuat lagi menahan beban pikiran ini sendiri..aku menjalani hukuman yang kubuat sendiri selama hampir 17 tahun lamanya.. aku pikir aku sudah harus mendapatkan hidup yang layak..aku pikir aku harus sudah harus bisa melalui ini semua..dan mengikhlaskan seikhlas-ikhlasnya..tetapi kepada siapa aku harus meminta maaf? dan mendapatkan perkataan dimaafkan? kepada anaku yang telah tiada?..ia telah tiada..mungkin ia bisa mendengar di alam sana.. dan mungkin ia mengutukku sampai detik ini.. kesalahan terbesar manusia apa yang bisa menandingi membunuh jabang bayinya sendiri yang tak berdaya..sesosok bayi yang membutuhkan untuk dibesarkan dan disayangi dan diberi kasih sayang.. ?

aku tak bisa mendengar kata-kata nya..ia sudah tiada..sudah tak bisa berkata-kata ..bahkan ia hanya sempat hidup didunia ini dalam hitungan detik..

lalu aku memandikan anakku sendiri yang telah mati, aku basuh dia dari sisa darah dan ari-ari yang menempel dari rahim ibunya, dan lengkap dengan ari-ari dan tali pusar yang belum terputus ..aku mandikan ia seperti ayam..aku liat wajah tak berdosanya yang tak bergerak lagi.. anakku..anakku..

tapi aku sempat ingat mengazankannya ketika ia lahir, dan ketika ia dikafankan dan dikubur.. aku mengazankannya kembali.. dan aku kubur ia dengan layak..selayaknya manusia yang telah lahir kedunia..dan telah aku berikan kelayakan itu kepadamu..anakku

aku memang biadab anakku.. aku memang monster anakku..

aku mungkin memang tak layak untuk dimaafkan anakku.. tapi inilah aku bapakmu… cerminan ajaran dari bapakku.. yang kasar, kejam, dan tak berperasaan.. aku tumbuh didunia seperti itu anakku..

ayahmu ini mungkin seorang yang tak berperasaan..tapi ingatlah anakku yang telah damai di alam sana..sampai saat ini aku tak bisa lupa denganmu.. aku selalu ingat denganmu..

ayahmu selalu menghukum dirinya sendiri..murung..dan terbayang-bayang apa yang telah aku lakukan..aku mungkin ayah paling buruk didunia anakku..tapi aku bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan anakku..aku kini sendiri..sengsara..tak mempunyai apa-apa..hidup sendiri, tak mempunyai calon istri, bahkan mencari saja, wanita sudah pergi..ketika aku bilang aku tak punya apa-apa..bahkan harta saja aku tak punya anakku.. selama bertahun-tahun..dari engkau lahir..sampai detik ini.. aku mungkin bisa hidup sekarang atas rasa belas kasihan dari orang lain anakku..pak de mu.. bu de mu.. yang telah menolong ayahmu ini anakku..

walaupun ayahmu ini sadar..tetapi ayahmu ini berusaha untuk tidak merepoti orang lain..dan berusaha lepas dari rasa kasihan itu dan berdiri sendiri..yang belum bisa aku lakukan..

istirahatlah yang tenang dan damai dialam sana anakku..semoga Tuhan yang Maha Kuasa memberikan pengampunan kepadaku..dan memberikan ketenangan kepadamu dialam sana.. cintaku..buah hatiku..

ayahmu

Dago, 8 februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s