Aktivis vs Artis

aktivis vs artisini hal yang menarik bagi saya. kenapa tidak, sejarah di indonesia membuktikan bahwa koridor politik itu bisa dimasuki oleh siapa saja, termasuk oleh artis, yang notabene adalah seorang aktor/aktris, yang berperan memainkan sebuah peran, dalam arti lain bahwa mereka mampu memainkan sebuah peran, baik itu seorang politisi !

permasalahannya adalah, apakah kita akan memberikan dukungan untuk orang-orang seperti ini ?, menurut pandangan saya, artis itu universal. sedangkan aktivis itu seorang orang yang melakukan pergerakan, disini saja sudah jelas bahwa pergerakan yang dilakukan adalah dalam membuka tabir-tabir tabu, kelam indonesia yang ditutupi oleh penguasa !

pernahkah anda melihat perang “oneng” dalam bajaj bajuri ? sungguhkah anda akan memilih pemimpin seperti ini ? apakah popularitas menjadi ukuran pemilih ? kalau iya, aktivis juga harus menjadi populer, itu adalah konsekuensi dari ukuran pemilih yang ingin memilih seperti itu ! benar tidak ?

karena bagaimana tidak, artis itu tidak mendapatkan background, latar belakang dan rekam jejak seperti seorang aktivis. ini adalah realitas sebagai seorang pemilih.

Kepentingan seperti apa yang akan kita pilih ? disinilah realitas itu terjadi. jika kita bisa dihadapkan dengan dua pilihan. kita harus memilih bukan ? ini bukan lagi soal kepentingan, tetapi sebuah panggilan moral sebagai anak bangsa yang melihat dengan jeli realitas yang terjadi di masyarakat, termasuk dalam pemilihan wakil/pemimpin.

realitas lah dalam melihat kawan,

kita tidak boleh lagi melihat dalam keadaan abu-abu, tabuu dan tidak jelas. realitas dalam melihat adalah kewajiban setiap orang yang mempunyai akal dan panca indera.

namun, kita juga tidak menampik bahwa, kepentingan orang-orang yang ingin menjadi pemimpin dengan memoles seseorang itu semacam “wajib” hukumnya dalam islam. nah… memoles inilah yang dilihat oleh masyarakat sebagai wujud yang sebenarnya dari “personality” pemimpin itu ! padahal tidak. pemimpin itu ditunjukkan oleh rekam jejak, latar belakang dan background nya.  segala macam atribut, warna, dan muka itu adalah hanya media untuk mencapai hasil akhir.

ini adalah contoh dari pertarungan antara aktivis sejati vs artis.

http://www.lensaindonesia.com/2013/07/01/dapil-jabar-vii-ajang-pertarungan-aktivis-dan-artis.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s