MADILOG – MAterialisme – DIalektika – LOGika

ya.. Madilog.. pernah kah anda membaca buku ini, buku hasil karya seorang tokoh indonesia yang menurut saya cukup berwawasan luas dan nasionalis. ya Tan Malaka, seorang tokoh perjuangan indonesia yang kurang di kenal masyarakat luas secara umum sepak terjang nya atau gebrakannya dalam memajukan bangsa indonesia.

sebenarnya kalau saia ingin mengulas buku ini lebih baik langsung baca bukunya saja ya, hehe, tetapi bagi yang awam (seperti saia) buku ini cukup menggugah rasa ke “tabu” an saia mengenai apa yang di bahas oleh Tan Malaka yang diadaptasi oleh pemikiran Marxis-Leninisme. sejujurnya saia tidak begitu paham atau tidak belajar betul mengenai siapa sosok Tan Malaka ini, namun saia membaca dari buku nya, Madilog, dan itu menggugah saia untuk menulis sedikit apa yang saia rasakan atau yang ingin saia sharing ke pembaca dan reaksi atau apa yang pembaca rasakan adalah akibat pembaca sendiri😀, halah. maksudnya serap yang baik dan buang yang tidak atau kurang baik menurut pembaca. hehe :p

Sedikit ulasan dan langsung ke inti pokok dari hasil yang saia baca dari buku ini, anda akan terkejut mungkin dengan apa yang akan saia katakan, namun pada kenyataanya bahwa apa yang dikatakan Tan Malaka benar. :p hehe, benar adanya.

salah satu inti ajaran Tan Malaka atau sebenarnya dari ajaran Marxis yang cukup kontroversial adalah, “tidak ada hal-hal yang gaib itu”. atau boleh dikatakan Tuhan itu tidak ada, bahkan menurut TM ( saia singkat dari Tan Malaka ), yang tertinggi di alam ini adalah Alam.. atau.. menurut saia adalah sistem, atau alam.. lalu TM bertanya, jika Tuhan itu ada, lebih tinggi mana Tuhan atau Alam.., karena Tuhan di analogikan adalah sesuatu zat yang menciptakan segala sesuatu nya hanya dalam sekejap ( itu menurut yang di ceritakan oleh TM), **sekali lagi jika anda butuh penjelasan, saia tidak bisa menjelaskan lebih detail , hehe lebih baik anda baca sendiri dan mendapatkan penjelasan langsung dari TM, hehe.**  ngmong2, saia kok jadi takut ya, seperti situs yang berbicara terlalu kritis mengenai agama tidak di ijinkan oleh pemerintah hm… saia tidak berusaha memprovokasi pembaca kok hehe, saia cuma ingin sharing-sharing saja apa yang telah saia baca dan apa reaksi anda🙂 ,

hm.. ok kembali sedikit ke topik , sebenarnya saia ingin mengutip dari buku nya tetapi saia tidak punya lagi buku itu,😀 tetapi salah satunya kalo tidak salah adalah ” Semua kehidupan ini adalah materialisme, dialektika dan logika, nah kenapa dan apa saja maksud dari materialisme, dialektika dan logika itu ?, ok saia akan coba jelaskan satu per satu dari sisi paham seorang anynomous (awam )😀 menurut buku nya.

Materialisme : maksudnya adalah, segala sesuatu di dunia ini berdasarkan materialisme, artinya ada sesuatu zat yang mengakibatkan sesuatu, tetapi tidak ada hal-hal gaib itu menurut TM dan Marxis, maksud yang sesederhana mungkin adalah, kata TM ” jika Tuhan itu ada, tolonglah seekor nyamuk ini, karena jika saia tekan ia akan mati”, dalam arti, yang akan menolong nyamuk ini adalah seseorang yang mencegahnya untuk tidak membunuh nyamuk itu, artinya ada orang yang berwujud serta memberitahukan untuk tidak membunuh nyamuk itu, lalu orang islam mengasumsikan bahwa itu adalah dari tuhan atau Allah, yang di tunjuk oleh tuhan untuk memberitahukan kepada TM untuk tidak membunuh nyamuk itu, Tan Malaka tidak berasumsi seperti itu, dia berasumsi bahwa itu adalah Alam.. yang bergerak menurut jalannya sendiri atau alur dari kehidupan itu sendiri yang ujung-ujungnya atau pada akhirnya sampai pada seseorang yang di kenal atau tidak dikenal TM untuk mengatakan jangan bunuh nyamuk itu.🙂 paham tidak..^^  itu bukan dari tuhan itu adalah dari sistem, atau aturan alam yang berlaku di seluruh jagad alam semesta ini, baik hukum-hukum semua cabang ilmu yang ada di dunia ini, itu adalah materialisme. atau hal yang nyata. hal yang tidak mempunyai unsur gaib. ** semoga anda tidak bertanya-tanya lebih jauh mengenai hal ini ** hehe, karena saia sendiri akan bingung dan kewalahan jika saia harus memberikan penjelasan kepada anda, lagi-lagi silahkan baca bukunya kalau penasaran ^^

dengan kata atau ibarat lain, seluruh ilmu pengetahuan itu berasal dari Panca Indera kita. menurut lokayata atau siapa saia lupa namanya yang saia adopsi dari buku itu seingat saia hehe. nah hal-hal seperti ini sangat berlawanan dengan adab ke”timuran” kita yang sangat kental dengan hal-hal yang gaib, yang notabene garis besar dari ajaran islam dari salah satu rukun iman adalah Percaya pada hal-hal yang gaib.🙂 karena tuhan itu gaib.

lalu, dengan penjelasan sedemikian rupa panjangnya jika membaca bukunya, lalu apakah kita menyangkal Rasulullah SAW, ? menurut saia tidak. karena Rasulullah SAW juga seorang nabi dan utusan Allah, lalu jika benar begitu adanya, apakah kita juga akan menyangkal adanya Allah ? , menurut saia juga tidak. karena menurut saya, Tan Malaka benar, tetapi saya tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu ada..akan ada banyak penjelasan atau sanggahan terhadap statement ini, namun pada ujungnya ia akan kembali pada materialisme atau penjelasan secara ilmiah dan bukan gaib, disinilah letak pertentangan ajaran itu menurut saya, ^^

saya harap anda paham sampai disni saja dan mencoba untuk tidak berandai-andai dalam pemahaman ini, dan mencoba mencari jawaban anda sendiri dari buku nya., ok saya tidak akan membahas terlalu detail karena saya takut akan pemahaman dari yang anda tangkap akan keliru hehe. ^^ semoga anda bisa mengetahui saja cukup sampai disini. ^^

DIalektika : Dialektika menurut TM adalah cara berpikir, cara berpikir seperti apa yang Tan Malaka coba jelaskan kepada kita, menurut saya, Cara berpikir kita bangsa indonesia memang cukup mengkhawatirkan, bukan karena dari asalnya, tetapi karena invasi atau globalisasi atau kapitalis-kapitalis yang mencoba menguasai tanah indonesia ini melalui berbagai banyak macam bentuk, contoh yang paling sering kita lihat adalah: Iklan, ya, iklan adalah salah satu bentuk cara sistim kapitalis atau kepentingan orang-orang yang mempunyai modal agar kita terjebak dalam sistim konsumsi yang mereka tawarkan, dengan kata lain, kita menjadi budak dari sistim konsumsi seperti itu yang membuat mereka semakin kaya dan konsumer menjadi kebutuhan, yang terjebak adalah cara berpikir kita ke dalam iklan tersebut, ini salah satu contoh kecil saja dan yang sering kita lihat. pertanyaan saya… apakah kalian tidak sumpek melihat iklan terus di televisi ?😀

Dialektika atau cara berpikir ini tidak hanya dalam skala kecil saja yang dijelaskan TM dalam Madilog, tetapi banyak penjelasannya dan mungkin tidak cocok bagi yang tidak mengambil jurusan perkuliahan filsuf :p , karena banyak dia menjelaskan dari berbagai sudut pandang filsuf-filsuf besar, seperti plato, aristoteles dsb. saya sendiri juga bukan kuliah di bidang filsafat atau filsuf tetapi saya baca saja. hehe ^^

inti dari Dialektika atau cara berpikir yang TM coba beritahu adalah, dialektika proletar, atau kaum yang tertindas istilahnya, kaum buruh.

ok, LOGika : Logika yang dimaksud disini, yang TM coba beritahu adalah, Logika yang kita gunakan dalam mencari permasalahan atau solusi dalam mencari jawaban dari suatu permasalahan, Tan Malaka sendiri banyak dan selalu menggunakan logika-logika pasti, artinya hukum-hukum matematika, Fisika, aljabar, astronomi, alias eksakta, dalam pembuktian-pembuktian yang ia gunakan, ia lebih banyak dalam nalar dan materialisme dalam penjelasan. banyak sekali hukum-hukum yang ia jelaskan secara eksakta terhadap suatu kondisi atau permasalahan, baik itu kepada Sistim kebangsaan kita, ^^,

hehe, sekali lagi tidak bisa saya jelaskan secara detail di blog ini, disini hanya sebuah berita atau news di dunia cyber yang ingin saya publikasiakn atau sharingkan, seperti blog-blog lainnya yang menarik untuk di beritakan.

Salah satu tulisannya di dalam buku MADILOG itu setelah beberapa halaman yang cukup mengiang-ngiang di telinga saya , sejak saya dari kecil di besarkan dalam lingkungan islam, adalah berikut, berikut adalah point dari :

Dialektika (atau Cara berpikir) –  Pasal 7. Pandangan Masyarakat., Bagian ke 2 ( sebagai Idaman) atau kalau boleh saya singkat, Cara Berpikir Masyarakat atau Pandangan Masyarakat Sebagai Idaman dari dulu hingga sampai kapanpun mengenai Surga., berikut adalah kutipannya.

Bagian 2. SEBAGAI IDAMAN.
Berburu itu amat penting sekali buat bangsa Indian penduduk asli Amerika, sebelum terdesak, terpukul, terampas, terbunuh oleh bangsa Eropa, yang meninggalkan negerinya di Eropa, karena perasaan merdeka baik dalam Politik atau Agama. Berburu itu mengambil tempoh, tenaga dan pikirannya bangsa Indian. Juga satu pekerjaan yang menambah kekuatan dan menimbulkan minat yang baik. Berburu itu menimbulkan perasaan kolektif, sosial, tolong-bertolong, gotong-royong, sebab perburuan itu mesti dijalankan bersama-sama, bertoboh. Kekuatan badan dan kekuatan moral
masyarakat Indian, yang acap mengangumkan kita dan musuhnya ; lahirnya dari pekerjaan berburu itulah pula.
Dari perburuan yang berhasil, orang Indian mendapat makanan dan pakaian dan rumah dari kulitnya dsb. Tak heran kalau pekerjaan berburu itu menjerat pikiran dan idaman sehari-hari. Dia terpaut pada lapangan negerinya dan pemburuannya. Maka surga yang diidamkannya tak lain, melainkan keterusan dari lapang dan pekerjaan yang
berguna, sehat dan memberi kesukaan itu. Surga buat dia, ialah padang yang penuh dengan bison yang besar dan
gemuk.
Janganlah tuan pembaca marah, tetapi periksalah surga yang tuan idamkan itu.
Kalau tuan seorang Kristen, bukanlah surga tuan itu bayangan dari Zaman, bila agama tuan lahir ! bukankah Tuhan dan
Malaikat yang bertingkat-tingkat itu tergambar, pula pada masyarakat masa itu : Raja dipuncaknya dan Ningrat dari
bermacam-macam pangkat dibawahnya.
Kalau tuan seorang Islam, bukanlah surga tuan juga bayangan dari masyarakat dan Bumi Arab ? Bukankah Air
Zamzam dalam surga itu, barang yang luar biasa digurun pasir Benua Arab ? Bukankah bidadari yang matanya seperti
mata merpati itu idaman Arab, dan Badui yang terutama. Sadrlah tuan dan jangan marah dan domatis !
Pakailah pikiran nuchter, jernih ! Lihatlah sekitar tuan saja ! Bukankah “feramfuan” suatu barang yang nomer wahid
buat tuan Said, turunan Nabi MUHAMMAD SAW ? begitu pentinga ini barang, sampai ketika dua kali saya lalui dan
singgah di Mesir, kaum Ibu masih disimpan baik-baik diantara 4 batu tembok, tak boleh keluar. Yang keluar mesti dikudungi betul-betul, tak boleh manusia lain, orang Islam pun melihatnya.

Tan Malaka -(1943)

link2 terkait : http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/17/madilog-manifesto-sang-revolusioner-straktat-filsafat-dari-cililitan/

http://empuss-miaww.blogspot.com/2011/04/islam-dalam-tinjauan-madilog.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s